Pengertian dan Ciri-ciri Rangkaian Paralel

  • Supriyadi Pro
  • Mei 18, 2024
Pengertian dan Ciri-ciri Rangkaian Paralel

Artikel ini berisi mengenai Pengertian dan Ciri-ciri Rangkaian Paralel listrik beserta contoh penerapannya dengan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami.

Pengertian dan Ciri-ciri Rangkaian Paralel
Pengertian dan Ciri-ciri Rangkaian Paralel

tugassains.com – Rangkaian Paralel merupakan salah satu jenis rangkaian dasar listrik yang memiliki peran penggunaan yang cukup banyak, rangkaian paralel memiliki sifat khas yang membedakan dengan rangkaian lain agar mudah dibedakan dan memiliki penggunaan yang berbeda dibandingkan dengan rangkaian seri.

Namun seringkali muncul masalah-masalah kita seringkali salah membedakan antara rangkaian seri dengan rangkaian paralel sehingga pada artikel ini kita bagikan mengenai Pengertian Rangkaian Paralel dan Ciri-ciri Rangkaian Paralel secara lengkap agar dapat membedakannya dengan rangkaian lainnya.

Baca Juga Contoh Soal Rangkaian Paralel Resistor

Pengertian Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel adalah rangkaian listrik dimana komponen penyusunnya disusun secara berjajar (sejajar antara satu dengan lain) dan tiap tiap komponen terhubung langsung ke sumber listrik dengan membentuk cabang pada rangkaian, sehingga terdapat lebih dari satu rangkaian tertutup.

Gambar Rangkaian Paralel
Gambar Rangkaian Paralel

Berbeda dengan rangkaian seri pada rangkaian paralel arus tidak melewati satu persatu komponen secara runtut melainkan pada rangkaian paralel arus mengalir terbagi ke masing-masing komponen penyusun rangkaian paralel seperti pada gambar tersebut.

Dan berikut ini merupakan ciri-ciri dari rangkaian paralel agar kalian tahu dan dapat membedakannya dengan rangkaian lain.

Ciri-ciri Rangkaian Paralel

Agar kalian tahu dan dapat membedakan antara rangkaian seri dengan rangkaian paralel berikut merupakan ciri-ciri dari rangkaian paralel:

1.  Komponen penyusun rangkaian bersusun secara sejajar antara satu komponen dengan komponen  lainnya pada rangkaian.

2. Rangkaian Paralel termasuk pada rangkaian yang memiliki banyak cabang (lebih dari satu jalur rangkaian) sehingga arus akan terbagi di masing-masing cabang rangkaian dalam waktu yang sama.

3. Pada rangkaian paralel terdapat banyak jalur listrik dikarena memiliki banyak cabang rangkaian yang disebabkan oleh komponen rangkaian yang tersusun secara sejajar antara satu dengan lainnya.

4. Banyak komponen penyusun rangkaian paralel sama dengan banyak cabang rangkaian paralel tersebut, sehingga pabila salah satu komponen penyusun terputus dari aliran listrik komponen yang lain tidak akan berpengaruh dan tetap menyala.

5. Besar tegangan dimasing-masing komponen pada rangkaian paralel memiliki nilai yang sama antara satu dengan yang lain sehingga berlaku persamaan Vtotal = V1 = V2 = V3 = … pada rangkaian paralel.

Atau lebih jelasnya besar tegangan pada tiap komponen sama dengan besar sumber tegangan yang mengalir pada rangkaian.

6. Besar hambatan pengganti pada rangkaian paralel dapat dihitung dengan persamaan 1/Rtotal = 1/R1 +
1/R2 + 1/R3 + … sehingga besar hambatan pengganti pada rangkaian paralel ini semakin banyak hambatan maka semakin kecil juga hambatan penggantinya.

7. Besar kuat arus pada masrangkaian paralel tidak sama besarnya karena pada rangkaian paralel kuat arus akan terbagi-bagi kemasing masing komponen rangkaian akibat besar hambatan di masing-masing hambatan, dapat anda cari dengan persamaan Itotal = I1 + I2 + I3 + …

Maksudnya yaitu besar arus total yang mengalir akan terbagi-bagi ke masing-masing komponen.

Pada rangkaian paralel berlaku hukum Kirchoff Current Law yaitu berbunyi jumlah total kuat arus yang masuk suatu cabang sama dengan jumlah total kuat arus yang keluar dari cabang tersebut, sehingga kuat arus total yang masuk akan terbagi-bagi ke masing-masing cabang rangkaian.

8. Pada rangkaian paralel nyala lampu yang dipasang secara paralel lebih terang dibandingkan dengan lampu yang dipasang secara seri hal ini terjadi karena besar tegangan tidak terbagi pada rangkaian, sehingga lampu dapat menyala dengan wajar dengan tegangan yang normal tanpa terbagi.

9. Pada rangkaian paralel membutuhkan banyak saklar karena pada rangkaian paralel terdapat banyak cabang jalur listrik.

Contoh Penerapan Rangkaian Paralel

Contoh Penerapan Rangkaian Paralel
Contoh Penerapan Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel banyak di terapkan di berbagai hal salah satunya pada stop kontak, mengapa stop kontak dirangkai secara paralel? hal tersebut dikarenakan memanfaatkan sifat rangkaian paralel dimana rangkaian paralel tidak membagi tegangan ke masing-masing komponen.

Baca Juga Pengertian dan Ciri-ciri Rangkaian Seri

Sekian terima kasih semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan terima kasih.

Post Terkait :