Mengenal Standar ANSI dan IEC dalam Kelistrikan

  • Supriyadi Pro
  • Jun 13, 2024
Mengenal Standar ANSI dan IEC dalam Kelistrikan

tugassains.com – Pemberian Standar dalam berbagai hal memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda pada setiap produk dan operasi, seperti dalam kelistrikan memiliki standar-standar yang harus dipenuhi untuk dapat dioperasikan dan memenuhi standar keamanan.

Dalam dunia kelistrikan terdapat dua macam standar global yaitu ANSI dan IEC yang mana keduanya berbeda dalam pemberian standar terhadap komponen-komponen kelistrikan.

Melalui artikel ini kita akan mengulas mengenai Standar ANSI dan IEC yang keduanya merupakan standar dalam regulasi kelistrikan agar dapat kita ketahui.

Mengenal Standar ANSI dan IEC dalam Kelistrikan
Mengenal Standar ANSI dan IEC dalam Kelistrikan

Baca Juga Pengertian, Jenis, dan Bagian-bagian Earth Tester

Pengertian Standar ANSI

ANSI (American National Standar Institute) yaitu lembaga nirlaba yang terdapat di Amerika Serikat yang mengeluarkan regulasi dan memberi aturan terhadap produk, jasa, proses, sistem serta personel khususnya di Amerika Serikat.

Pada dunia kelistrikan ANSI hanya banyak digunakan di wilayah Amerika Utara dan beberapa wilayah di Amerika Serikat yang menggunakan tegangan regulasi 120 Volt dengan nilai frequency 60Hz.

Standar Kelistrikan ANSI
Standar Kelistrikan ANSI

Selain memberi standar terhadap kelistrikan, ANSI memberikan banyak regulasi diberbagai bidang seperti standar warna cat, standar ketebalan logam dan berbagai hal lainnya.

Tujuan pemberian standar oleh ANSI yaitu agar dapat memberikan keteraturan terhadap produk dan barang yang edarkan di wilayah Amerika Serikat, dimana ANSI tersusun oleh lima perhimpunan insinyur.

Yaitu ANSI tersusun oleh himpunan-himpunan insinyur listrik, insinyur mesin, insinyur sipil, insinyur pertambangan dan metalurgi serta himpunan testing dan bahan-bahan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa ANSI mencakup lebih banyak bidang dalam pemberian regulasi yang bertujuan sebagai kekompakan terhadap produk yang beredar di Amerikas Serikat.

Pengertian Standar IEC

Berbeda dengan Standar ANSI, pada Standar IEC (International Electrotechnical Commission) sebagai Lembaga Internasional mengeluarkan standar terhadap dunia kelistrikan berlaku dan digunakan lebih banyak di berbagai belahan dunia.

IEC mengeluarkan regulasi terhadap kelistrikan seperti tingkat keamanan dan segala hal terkait teknologi dan kelistrikan, IEC bekerja sama dengan IEEE  (Institute Electrical and Electronic Engineers) dalam memberikan regulasi terhadap kelistrikan.

Standar Kelistrikan IEC
Standar Kelistrikan IEC

Lembaga IEC didirikan di Britania Raya pada 26 Juni 1906 dan diprakasai oleh berbagai insinyur yang berkompeten di bidang kelistrikan untuk mengatur dan meberikan regulasi terhadap kelistrikan didunia.

IEC lebih banyak digunakan dalam standar kelistrikan seperti negara-negara di Eropa bahkan hingga saat ini Indonesia menggunakan IEC dalam standar kelistrikan. 

Alasan mengapa Indonesia menggunakan standar IEC karena lebih kompatibel dengan keadaan Indonesia setelah masa penjajahan belanda yang menggunakan standar IEC, yaitu seperti frekuensi  listrik 50Hz merupakan peninggalan kolonial.

Contoh regulasi IEC dalam bidang kelistrikan yaitu seperti pemberian rekomendasi untuk menggunakan frekuensi 50Hz pada tegangan 230V dan 400V.

Perbedaan Standar ANSI dan IEC

Meskipun kedua lembaga ANSI dan IEC bergerak pada pemberian regulasi keduanya sangat berbeda dalam beberapa hal, berikut adalah perbedaan antara Standar ANSI dengan Standar IEC:

  1. ANSI memberikan regulasi yang lebih luas selain di bidang elektronika
    seperti bidang pertambangan, sedangkan IEC hanya memberikan regulasi dibidang
    elektronika dan teknologi.
  2. ANSI hanya banyak digunakan di wilayah Amerika Serikat terutama Amerika
    Utara, sedangkan IEC mencakup lebih luas wilayah termasuk seperti Indonesia
    dan berbagai negara lain.
  3. Pada kelistrikan ANSI memberikan regulasi yang berbeda dengan IEC, seperti
    frekuensi listrik pada ANSI yang harus bernilai 60Hz sedangan IEC bernilai
    50Hz.
  4. Dalam pemberian simbol komponen kelistrikan ANSI berbeda dengan IEC
    sehingga dengan melalui simbol kita dapat mengetahui standar kelistrikan yang
    digunakan.
  5. IEC lebih dahulu didirikan yaitu pada 26 Juni 1906, sedangkan ANSI didirikan setelahnya pada 19 Oktober 1918.

Pada umunya IEC lebih banyak digunakan dan lebih umum penggunaannya karena IEC memberikan regulasi dengan bekerja sama terhadap lembaga IEEE dan ISO.

Baca Juga Cara Menggunakan Lux Meter Analog dan Digital

Jika ada yang ingin ditanyakan terkait materi Mengenal Standar ANSI dan IEC dalam Kelistrikan dapat kalian tanyakan melalui kolom komentar.

Jangan lupa bagikan terima kasih, Semoga bermanfaat.

Post Terkait :